Siaran Pers

Jakarta, 9 September 2019.

Dukung Industri Start Up, Agung Podomoro Land Luncurkan SOHO Pancoran

Proyek mixed use dengan konsep ‘Small Office Home Office’ di Jakarta Selatan

Dunia start up sedang menjadi suatu tren di Indonesia akhir-akhir ini. Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak start up baru bermunculan.

Mengutip dari dailysocial.net, saat ini terdapat setidaknya lebih dari 1.500 startup lokal yang ada di Indonesia. Potensi pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun juga menjadi katalis mendirikan sebuah startup.

Semakin pesatnya perkembangan bisnis start up ataupun bisnis berskala kecil dengan jumlah karyawan kurang dari 10-15 orang, tentunya membutuhkan berbagai fasilitas pendukung. Salah satunya adalah lokasi kantor dan juga hunian bagi para pebisnis start up. Hal ini tentu menjadi tantangan baru bagi para pelaku industri properti.

Sebagai jawaban atas fenomena tersebut, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menunjukkan komitmennya untuk mendukung industri ini dengan menawarkan properti baru berkonsep SOHO (Small Office, Home Office) yang terdiri atas 2 wing eksklusif di lokasi strategis koridor Pancoran, Jakarta Selatan.

GM Sales & Marketing SOHO Pancoran, Herlina Tamblin mengatakan, berdasarkan riset pasar start up, APLN memilih membangun proyek SOHO di dua tempat, yakni di kawasan Central Park, Jakarta Barat dan Pancoran, Jakarta Selatan.

“Lebih dari 50 start up berada di kawasan Slipi, Jakarta Barat, sehingga kawasan ini kerap disebut Slipicon Valley, yang merujuk ke kawasan Silicon Valley di Amerika. Begitu juga dengan daerah pancoran dan sekitarnya yang menjadi kantor puluhan bisnis start up,” ujar Herlina.

Herlina menambahkan, SOHO Pancoran menawarkan unit properti yang bisa dimanfaatkan sebagai hunian, kantor, atau keduanya. Konsepnya menyerupai ruko (rumah toko) yang bernaung dalam bangunan vertikal. Hal inilah yang membedakan SOHO Pancoran dengan gedung perkantoran pada umumnya.

“Berbeda dengan ruko, SOHO tampil lebih elegan dan profesional dengan kelengkapan fasilitas yang sebanding atau bahkan melebihi gedung perkantoran konvensional,” ungkap Herlina.

Lebih lanjut Herlina menjelaskan, dari sisi konsep, SOHO Pancoran merupakan jawaban atas kebutuhan residensial sekaligus bekerja disatu hunian. SOHO menjadi jawaban bagi para professional yang sangat menghargai waktu dan fokus bekerja di tempat tinggalnya.

“Konsep Small Office Home Office ini sangat diminati di negara maju,” tambahnya.

Menurut Herlina, kebutuhan hunian vertikal yang juga sekaligus sebagai lokasi bekerja di daerah Jakarta Selatan masih tinggi. Hal tersebut terbukti dengan sambutan positif dari pasar, yakni dengan total penjualan SOHO Pancoran yang telah mencapai 80%.

“Mayoritas pembeli yakni end-user dan akan difungsikan sebagai kantor,” ungkap Herlina.

Proyek mixed-use SOHO Pancoran berdiri di lahan seluas 7.700 m2 yang terdiri dari 2 tower, yakni Splendor Wing dengan tinggi 30 lantai dan Noble Wing setinggi 20 lantai. Setiap unit yang ada di kedua tower tersebut memiliki luas 96 m2 sampai 132 m2. Total unit yang disediakan untuk kedua wing ini adalah 346 unit, dengan Splendor Wing sejumlah 238 unit dan Noble Wing sejumlah 108 unit.

Sejumlah fasilitas penunjang yang lengkap, mulai dari fasilitas lifestyle dan food and beverage (F&B) tersedia untuk memenuhi kebutuhan penghuni. Selain itu ada juga fasilitas supermarket, kolam renang, gym, sky lobby, sky terrace, sistem keamanan 24 jam, ATM centre, dan meeting/function room.

“Untuk saat ini yang sudah buka adalah food court di lantai LGM, yaitu KAMPOENG KOULINER yang dioperasikan oleh EAT & EAT, nantinya akan segera dibuka BAKMI GM, ES TELLER 77, IMPERIAL TABLE dan supermarket. Tenant lain yang sudah buka yaitu BANK MANDIRI dan juga AVIA TOUR,” kata Herlina.

Herlina mengatakan, hunian strata title ini bisa menjadi pilihan investasi yang menarik seiring pertumbuhan kawasan Jakarta Selatan. Lokasi yang strategis, berada di dekat Tugu Pancoran, berdekatan dengan jalan-jalan besar dan jalan tol (Jalan Tol Dalam Kota) serta dilalui fasilitas transportasi publik (Transjakarta dan LRT), membuat SOHO Pancoran memiliki nilai investasi yang tinggi untuk konsumen.

Keuntungan lain yang ditawarkan SOHO dari segi efisiensi bagi para pelaku usaha saat ini adalah bebas biaya overtime. Status kepemilikan yang didapatkan di SOHO tentu memengaruhi kebebasan biaya servis tambahan yang biasanya hadir saat menyewa unit di gedung perkantoran atau ruang kerja di co-working space.

“Pemilik unit tidak perlu membayar biaya tambahan, seperti biaya listrik saat waktu jam kerja melebihi waktu. Karena, biaya listrik dan air dikontrol masing-masing oleh pemilik unit, bukan manajemen gedung,” terang Herlina.

SOHO Pancoran tidak hanya diminati oleh perusahaan start up, terbukti dengan banyak perusahaan jasa yang memiliki kantor di SOHO Pancoran, seperti perusahaan IT, lawyer, notaris, akuntan publik, konsultan pajak, konsultan Arsitek dan Interior bahkan ada beberapa perusahaan yang menjadikan SOHO Pancoran sebagai head office nya.

“Hal ini sangat memungkinkan di SOHO Pancoran, customer yang ingin memiliki kantor yang lebih besar dapat menggabungkan beberapa unit SOHO hingga mencapai luasan 500 m2,” ujar Herlina.

Selain itu, Herlina menambahkan, dari segi investasi SOHO juga terasa lebih menguntungkan dibanding jika menyewa space kantor.

“Harga cicilan SOHO Pancoran per bulan, dapat dikatakan setara dengan harga sewa per bulan kantor-kantor di area sekitaran bahkan harga sewa co-working space yang dihitung per karyawan. Hanya dengan Rp 25 juta per bulan, perusahaan startup langsung dapat memiliki kantor untuk mengembangkan bisnis secara jangka panjang tanpa harus berstatus menyewa,” papar Herlina.

Dalam rangka memperingati ulang tahun Agung Podomoro Group yang ke 50, SOHO menawarkan PREMIUM OFFER, yaitu:

                – Hadiah 50 gr LOGAM MULIA untuk setiap pembelian unit

                – Cicilan 50 X

                – Cash Back 50 Juta Rupiah untuk pembeli yang berumur 50 tahun

                – Cash Back 50 juta untuk pembelian dengan cara bayar

HARD CASH

                – FREE Design Interior dan Furniture senilai UP TO 350 juta

Untuk seluruh  promo tersebut bernilai total 500 juta rupiah.

Menurut Herlina, kehadiran SOHO Pancoran akan mengisi kebutuhan ruang tempat tinggal baik untuk penghuni end user maupun mereka yang membutuhkan ruang kerja untuk melakukan aktivitas bisnis di sekitar Jakarta.

“Lokasi yang strategis dekat dengan kawasan bisnis Kuningan, Sudirman, dan Gatot Soebroto, serta biaya operasional yang lebih murah, menjadikan SOHO Pancoran pilihan kantor ataupun tempat tinggal yang tepat,” tutup Herlina.

****************

Tentang  PT Agung Podomoro Land Tbk.

PT Agung Podomoro Land Tbk. memiliki 41 (empat puluh satu) anak usaha, 12 (dua belas) entitas dengan kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha, serta 3 (tiga) entitas asosiasi di bidang properti di Jakarta, Karawang, Bogor, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Makassar dan Medan. Berbekal 50 tahun pengalaman sebagai bagian dari Agung Podomoro Grup, Agung Podomoro Land mempunyai landasan yang kuat untuk menjadi pengembang terdepan dalam menggarap pasar properti di Indonesia. 

Dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir, Agung Podomoro Land telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti, mayoritas ditujukan kepada segmen masyarakat kelas menengah, dengan kisaran proyek mulai dari low cost apartment hingga high end apartment di bilangan Jakarta Selatan, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower. 

Dengan motto untuk menjadi bagian dari masa depan para pemangku kepentingan, dan memberikan gaya hidup yang harmonis, Agung Podomoro Land berkeyakinan akan dapat terus berkembang pesat di Indonesia ini, dimana pengetahuan lokal bertemu standar internasional.

Disclaimer

Informasi yang disajikan dalam Siaran Pers ini mengandung informasi keuangan dan hasil operasi yang mungkin berisi pernyataan berwawasan ke depan yang didasarkan pada keyakinan saat ini, asumsi dan harapan dan dapat berdampak pada resiko dan ketidakpastian yang signifikan, Jika satu atau lebih dari risiko atau ketidakpastian terjadi, atau asumsi yang digunakan tidak sesuai, hasil pencapaian dapat berbeda secara material dari yang diindikasikan.

Media Gathering